Pengarang : Nizami Ganjavi
Penerbit : Kayla Pustaka
Genre : Novel Sastra
Tebal : 236 Halaman
Orientasi :
Nizami Ganjavi (1149-1209) yang terlahir dengan nama Jamal Ad-din Abu Muhammad Ilyas Ibn Yusuf Ibn Zakki. Ia adalah seorang Penyair Persia yang hidup diabad ke-12. Ia adalah seorang penyair romantis yang terkenal di Kesusastraan Persia.
Tafsiran :
LAILA MAJNUN adalah kisah yang menceritakan seorang pemuda tampan, gagah dan penuh wibawa yang terkenal di kawasan kabilah bani amir, jazirah Arab,yang bernama Qais. Ia mencintai seorang wanita dari kabilah lain yang tak kalah terkenalnya, yang bernama Laila. Mereka menjalani kisah cinta secara sembunyi, karena pada waktu itu belum saatnya untuk mereka berdua memadu cinta. Tapi seiring berjalannya waktu kisah cinta itu pun akhirnya tak bisa disembunyikan lagi. Semua orang menjadi tahu kisah cinta mereka, termasuk orang tua Laila. Yang akhirnya mereka tidak bisa bertemu. Karena lama mereka tak bertemu, Qais menjadi seperti gila. Bertingkah dan berpenampilan aneh, hingga orang-orang menertawakan dan mencemoohnya. Dan memangilnya dengan sebutan Majnun, dalam bahasa arab artinya “gila”. Hingga suatu peristiwa yang terjadi, yang dapat membuat majnun kembali. Dan hijrah dari bukit di gurun pasir najd. Yaitu peristiwa yang membuat hati sangat terluka. Lebih dari lukanya ketika kehilangan ayah dan ibunya. Yaitu ketika majnun mendengar kabar bahwa kekasihnya Laila telah meninggal, karena penyakitnya. Majnun segera pergi beserta semua sahabat binatangnya. Pergi menziarahi makam Laila. Lalu menangis sedemikian menjerit. Ia memeluk tanah kuburan Laila. Hingga majnun menghembuskan nafas terakhirnya di sana. Ia meninggal sambil memeluk kuburan Laila.
Evaluasi :
Kelebihan : Novel ini menggunakan Metafora Khas Arab yang sangat indah dan cerdas membuat emosi kita teraduk-aduk selagi membacanya.
Kekurangan : Novel ini alurnya terkesan lambat bahkan terkadang jalan di tempat.
Kesimpulan :
KESIMPULAN : Dan saran dari saya sebaiknya dalam novel ini diberikan vocabulary agar dapat memahami makna dari kalimat dalam novel ini. cara penyampaian yang sangat unik membuat orang yang membacanya seakan kembali ke jaman Persia dulu. Nizami Ganjavi menggunakan syair dalam novelnya. Banyak sekali syair-syair yang membuat orang-orang terpana karena keindahan syairnya.
Tema : Tema bawaannya adalah perjuangan cinta seorang pemuda terhadap seorang yang sangat ia cintai,
alur yang digunakan pada novel ini merupakan alur maju
Tokoh/ penokohan : Qays di gambarkan sebagai tokoh protagonis, yaitu seorang anak yang cerdas, tekun, dan juga ringan tangan.
Syed Omri adalah tokoh tritagonis, ia seorang pimpinan kabilah, pemipin kaya raya, wibawa, gagah, dan pemberani.
Tokohlayla digambarkan oleh pengarang sebagai seorang gadis cantik, sabar, perhatian, lemah lembut dan tabah.
Ibu Qays digambarkan sebagai ibu yang pengertian terhadap kondisi Qays.
Ayah Laylatokoh ini sangat sensitif dan keras pendiri dan menjadi penentang dalam novel ini atau antagonis.
Naufal adalah seorang Bangsawan yang baik dan termasuk tokoh penengah atau tritagonis.
Setting atau Latar
: latar tempat yang dipaparkan oleh penulis adalah sebuah kabilah.
latar waktunya, penulis memaparkan bahwa hampir semua cerita
terjadi malam hari
latar sosial budaya : novel ini penulis lebih mencondongkan budaya
Arabia
. Sudut Pandang : sudut pandang orang ke tiga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar